Inovasi berbasis kecerdasan buatan dan kepedulian lingkungan menjadi sorotan dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 Kategori Transformatif.
Tiga guru SMK terpilih sebagai yang terbaik berkat karya inovatif mereka yang tidak hanya mengubah cara belajar siswa, tetapi juga menjawab tantangan nyata di dunia kerja dan lingkungan. Hal ini mereka ungkapkan pada saat acara Apresiasi GTK 2025 yang diadakan di Jakarta, Kamis (27/11). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan kebanggaannya atas karya dan inovasi para guru dari berbagai daerah di Indonesia.
“Bapak Ibulah pemenang yang mampu mengalahkan semua kesulitan dan rintangan namun tetap hadir membersamai generasi bangsa. Jika Bapak Ibu tidak mendapatkan juara dan tampil ke depan saat ini, Bapak Ibu tetaplah menjadi juara di hatiku," ujar Menteri Mu’ti disambut tepuk tangan dari para guru.
Setelah sambutan Menteri Mu’ti, beberapa peserta penerima penghargaan memaparkan gagasan dan perjalanan inovasi yang mereka kembangkan. Salah satunya adalah Naufal Faadhilah, guru SMKN 1 Katapang, Bandung, peraih juara pertama kategori Transformatif.
“Pesan saya, mulailah dari masalah nyata yang paling terasa di kelas dan cari solusi sederhana dengan sumber daya yang ada, karena inovasi tidak selalu harus berupa teknologi canggih, tetapi bisa berupa cara baru memanusiakan proses belajar,” ujar Naufal Faadhilah.